Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca (GRK) adalah gas-gas yang menahan panas matahari di atmosfer. Ada beberapa gas rumah kaca alami seperti karbondioksida dan uap air. Namun, aktivitas manusia telah menambah jumlah gas rumah kaca sehingga melampaui batas alaminya sehinga mengakibatkan pemanasan global.

Emisi dari pembangkit listrik dan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil – seperti minyak bumi dan batubara – merupakan sumber utama karbondioksida (CO2). Gas ini merupakan GRK yang memiliki pengaruh terbesar terhadap terjadinya perubahan iklim. Karbondioksida juga terkandung dalam jumlah besar pada pohon sehingga kebakaran dan penebangan hutan menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK.

Pemakaian pupuk buatan pada pertanian menghasilkan nitro oksida (N2O). Selain itu, pembusukan pakan ternak, kotoran hewan, dan sampah organik akan melepaskan gas metana (CH4). Proses serupa terjadi pada tanah yang tergenang air, seperti daerah rawa-rawa dan persawahan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa peternakan, sawah, dan tempat pembuangan sampah ikut meningkatkan GRK.

Beberapa aktivitas lain menghasilkan GRK yang menyerap panas dengan kekuatan sangat tinggi walaupun konsentrasinya rendah. Penggunaan beberapa jenis gas untuk freon AC dan campuran produk kaleng semprot serta proses produksi beberapa industri, terutama peralatan listrik, juga menghasilkan GRK.

Sumber : campaign.pelangi.or.id

No comments yet

Leave a reply